Navigasi Halaman : Beranda » Liga Champions » Inilah Hal Terbaik dan Terburuk di Fase Grup Liga Champions 2015-2016

Inilah Hal Terbaik dan Terburuk di Fase Grup Liga Champions 2015-2016

Inilah Hal  Terbaik dan Terburuk di Fase Grup Liga Champions 2015-2016

Inilah Hal Terbaik dan Terburuk di Fase Grup Liga Champions 2015-2016

Bolabos.com –¬†Fase grup Liga Champions berakhir seiring berakhirnya tahun 2015, tahun depan semua klub yang lolos ke-16 besar akan bertarung lebih keras lagi untuk bisa lolos ke babak berikutnya.

Banyak momen-momen indah musim ini di tahun 2015, mencatatkan sejarah, gol indah dan juga tidak terlepas dari hal-hal buruk. Sebelum kita tutup tahun ini, mari kita lihat momen-momen terbaik dan terburuk Liga Champions musim 2015-2016.

Pemain Paling Menentukan: Willian, Chelsea

Chelsea yang tampil mengerikan di paruh pertama musim ini lolos ke babak 16 Liga Champions besar sebagai pemimpin grup dan mereka patut berterima kasih kepada Willian.

Willian mencetak lima gol dan empat gol dicetak dari tendangan bebas termasuk gol krusial melawan Dynamo Kiev dan laga terakhir melawan Porto. Bisa dibilang dia satu-satunya pemain The Blues yang memenuhi atau malah melampaui harapan Chelsea musim ini. Gelandang 27 tahun ini membuat penampilan memalukan Chelsea hanya sebatas domestik saja.

Kandidat lainnya Cristiano Ronaldo yang mencetak 11 gol (dicetak saat melawan Malmo dan Shakthar Donetsk, tidak ada melawan PSG), tetapi 11 gol di fase grup Liga Champions rekor legenda.

Gol Terbaik: Alessandro Florenzi, Roma

Keberanian, eksekusi, lawan ini yang menjadi nilai tinggi gol Florenzi. Dia mencetak gol dari hampir setengah lapangan melawan juara bertahan Liga Champions di fase grup. Melihat Marc Andre ter-Stegen jauh dari posnya, dia melepaskan tembakan dengan jarak sekitar 45 meter. Golnya membuat Roma imbang 1-1 melawan Barcelona dan tiap poin di grup ini sangatlah penting, tanpa poin ini mereka akan kalah bersaing dengan Bayer Leverkusen untuk lolos ke babak 16 besar. Dengan poin ini pun, Roma lolos hanya karena selisih gol.

3 Klub Premier League lolos

Chelsea dan Arsenal melakukan apa yang harus mereka lakukan pada hari Kamis dini hari (10/12), menghindarkan bencana untuk Premier League dengan memastikan tiga klub masuk ke 16 besar. Bagi Arsenal, prestasi ini lebih mengesankan karena mereka berhasil mengatasi beberapa penampilan buruk di awal, tiga kekalahan dari empat pertandingan pertama.
Chelsea menyingkirkan Porto di laga terakhir untuk menjadi juara grup sedangkan Manchester City lolos dengan meyakinkan, mematahkan mitos klub Inggris tidak bisa bersaing dengan tim terbaik Eropa.

Prestasi Terbaik: Manchester City Juara Grup
Mengatasi cedera pemain kunci dan bermain di grup paling berbahaya, Manchester City mengungguli Juventus, Sevilla, Borussia Monchengladbach dan itu membuat jalan yang lebih menguntungkan di babak 16 besar. Harapan besar muncul untuk City agar tampil baik di Eropa, menjuarai grup merupakan posisi bagus untuk pasukan Manuel Pellegrini.

Pertunjukan Terburuk: Manchester United
Kembali ke panggung Eropa setelah absen 1 tahun Manchester United masuk ke grup yang menguntungkan dan memiliki pemain yang dibutuhkan untuk bisa ke fase berikutnya. Sebaliknya, The Red Devils gagal, kalah bersaing dengan Wolfsburg dan PSV Eindhoven dan sekarang mereka bermain di Liga Europa. Di Liga Europa mereka akan bertemu pasukan mantan pemainnya, Gery Neville yang memimpin Valencia dan mantan pemainnya, Javier Hernandez.

Kisah Underdog Terbaik: Gent
Gent menjadi tim Belgia pertama yang mencapai fase knockout setelah kompetisi tertinggi Eropa berubah menjadi Liga Champions. Mereka berhasil mengalahkan Valencia dan Lyon untuk lolos ke fase grup.

Gent memenangkan tiga pertandingan terakhir untuk memastikan tiket ke 16 besar, termasuk kemenangan 2-1 melawan Lyon.

Ini tidak hanya menguntungkan klub. Laporan dari Israel mengatakan gelandang Israel-Amerika kelahiran Florida, Kenny Saeif sepertinya akan mendapat undangan timnas AS yang akan memberikan opsi lain untuk Jurgen Klinsmann.

Tim yang Diremehkan: Atletico Madrid
Diam-diam Atletico Madrid menjuarai grupnya dan Diego Simeone memandu timnya ke jalur yang benar walau sudah menjual pemain seperti Arda Turan, Mario Mandzukic, Raul Garcia dan Miranda. Atletico Madrid hanya kebobolan tiga gol. Mereka dianggap sukses walau dibayang-bayangi Real Madrid dan Barcelona.

Tim yang Lolos Tak Terduga
Dynamo Kiev harus bermain dua pertandingan kandang dengan stadion kosong karena aksi rais fansnya. Itu berarti tim Ukraina ini akan bermain di fase knockout tanpa penonton sekali. Laga dikandang sendiri bisa menjadi seperti laga di kandang lawan, tidak ada yang bersorak untuk mereka.

By Bolabos.com