Navigasi Halaman : Beranda » Liga Italia » Kemampuan Cuadrado yang Bisa Menyelamatkan Juventus

Kemampuan Cuadrado yang Bisa Menyelamatkan Juventus

Kemampuan Cuadrado yang Bisa Menyelamatkan Juventus

Kemampuan Cuadrado yang Bisa Menyelamatkan Juventus

Bolabos.com –¬†Performa Juventus pada awal musim 2015/2016 amat jauh dari memuaskan. Dari lima laga Serie A, hanya dua kemenangan yang berhasil diraih skuat berjuluk “Si Nyonya Tua”. Sisanya, satu hasil imbang dan dua kekalahan.

Lebih buruk, Juve belum sekalipun meraih kemenangan di laga kandang. Padahal lawannya bukan kesebelasan papan atas Serie A. Pada laga pembuka, ditumbangkan Udinese. Dua laga kandang lainnya, ditahan imbang Chievo Verona dan Frosinone. Beruntung, kemenangan tandang atas Manchester City di Liga Champions menjadi pemanis di antara hasil pahit yang diraih Juventus.

Tapi meski Juve sering mendapatkan hasil kurang memuaskan, terdapat satu pemain yang sebenarnya bermain cukup konsisten. Dan pemain tersebut merupakan pemain yang didatangkan pada bursa transfer musim panas 2015, Juan Cuadrado.

Cuadrado memang belum mencetak gol dari lima pertandingan yang telah dijalaninya bersama Juventus. Meskipun begitu, perannya sangat signifikan dalam skema serangan skuat asuhan Massimilliano Allegri ini. Lebih dari itu, Cuadrado tampaknya memang akan menjadi pemain yang menyelematkan Juventus pada musim ini.

Andalan dalam Formasi 4-3-3

Saat Juventus meraih double winners di Italia dan mencapai partai final Liga Champions pada musim lalu, Juventus begitu mengandalkan formasi 3-5-2 dan 4-3-1-2. Namun dua formasi tersebut gagal memberikan permainan yang memuaskan pada musim ini.

Kehilangan Carlos Tevez, Andrea Pirlo, dan Arturo Vidal memang bukan perkara mudah untuk ditemukan solusinya. Ketiganya merupakan tulang punggung utama Juve baik dalam menyerang maupun bertahan Juventus pada musim lalu.

Sebenarnya Juve telah mendatangkan Mario Mandzukic, Sami Khedira, dan Paulo Dybala untuk menambal kekosongan ketiga pemain tersebut. Tapi seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bukan perkara mudah untuk mengganti ketiga pemain utama yang hengkang.

Mengganti tiga pemain tersebut terbukti gagal jika bermain dengan skema yang sama. Hal tersebut terlihat dari hasil serangkaian pada pra-musim, yang selalu kesulitan meraih kemenangan. Kekalahan pada laga awal musim ini pun menunjukkan bahwa persoalan memang ada dalam diri Juventus.

Cuadrado didatangkan dari Chelsea pada 25 Agustus 2015 dengan status pinjaman. Namun pada awal kedatangannya, Cuadrado masih terbatas adaptasi sehingga Allegri belum berani memainkannya sejak menit pertama.

Kemudian Allegri berjudi pada pertandingan Liga Champions. Menghadapi Manchester City di Ettihad Stadium, Cuadrado untuk pertama kalinya diturunkan sejak menit pertama. Dengan masih percayanya Allegri pada bek sayap asal Swiss, Stephan Lichsteiner, sementara Cuadrado tak ideal dipasang sebagai gelandang pada formasi 4-3-1-2, formasi 4-3-3 pun untuk pertama kalinya dipilih Allegri sejak menit pertama.

Di lini depan, Cuadrado mengisi sisi sayap kanan, bersama dengan Alvaro Morata di sisi sebelah kiri dan Mandzukic sebagai penyerang tengah. Pada pos gelandang, Paul Pogba, Hernanes dan Stefano Sturaro membuat ketiga penyerang lebih leluasa dalam menembus pertahanan City.

Cuadrado menjadi salah satu pemain yang cukup merepotkan lini pertahanan City. Winger asal Kolombia ini nyaris menciptakan assist andai saja Pogba tak berada dalam posisi offside saat menyelesaikan umpan silang Cuadrado.

Pergerakannya di sisi kiri pertahanan City pun membuat Aleksandar Kolarov tak leluasa dalam melakukan overlap. Laga ini pun kemudian berakhir dengan skor 1-2 untuk Juventus, di mana ini menjadi kemenangan pertama Juventus pada musim ini.

Penampilan gemilang Cuadrado pada laga melawan City membuat Allegri mulai lebih berani dalam memasang formasi 4-3-3 dengan Cuadrado selalu menghuni pos penyerang kanan. Kemenangan pertama di Serie A pun diraih Juventus setelah menjungkalkan City, yaitu saat menaklukkan Genoa dengan skor 2-0.

Melawan Genoa, situs statistik whoscored menasbihkan Cuadrado sebagai pemain terbaik pada laga tersebut (Man of the Match). Meski gagal mencetak gol ataupun assist, pada laga tersebut Cuadrado melepaskan tiga kali tembakan, tiga kali melewati pemain, tiga kali tekel, dan persentase akurasi operan yang mencapai 87%. Sangat merepotkan lini pertahanan Genoa.

Kemudian Cuadrado kembali dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan oleh whoscored saat Juventus menjamu Frosinone. Tak hanya mencetak assist pertamanya untuk Juventus, torehan 10 kali melewati pemain lawan menjadi catatan impresif Cuadrado yang berhasil mengobra-abrik pertahanan Frosinone.

Cuadrado sendiri menjadi satu-satunya pemain Juventus yang berposisi murni sebagai penyerang sayap kanan. Itulah mengapa winger berusia 27 tahun tersebut betapa diandalkan dalam formasi 4-3-3.

Bisa Ditempatkan dalam Formasi 3-5-2

Selain menggunakan formasi 4-3-3, Juve pun sebenarnya menggunakan formasi 3-5-2 saat menghadapi Frosinone. Dan saat terjad perubahan formasi ini, Cuadrado ditempatkan sebagai wingback kanan, bukan lagi sebagai penyerang kanan.

Juve memang hanya meraih hasil imbang pada laga ini. Tapi berkat aksi-aksinya di atas lapangan, Juve mencatatkan 36 tembakan pada laga itu, di mana Cuadrado menyumbang lima kali. Hanya saja 18 di antaranya gagal menemui sasaran.
Taktik parkir bus Frosinone memang membuat Juve menguasai laga dan lebih sering melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Tapi cara bertahan tersebut selalu berhasil ditembus oleh aksi individu Cuadrado.

Formasi 3-5-2 Juventus sendiri identik dengan skema taktik bertahan Juventus. Biasanya formasi ini digunakan saat Juve melawan kesebelasan yang kualitasnya seimbang ataupun lebih baik.Tiga bek yang biasanya dihuni Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chilellini dianggap lebih kokoh dalam segi pertahanan.

Saat menggunakan formasi 3-5-2, skema serangan balik biasanya dipilih sebagai cara Juventus menembus pertahanan lawan. Di sinilah Cuadrado bisa memanfaatkan kecepatan dan kemampuannya melewati pemain lawan dari sisi kanan.

Melawan Frosinone misalnya, meski tak menggunakan skema serangan balik, serangan cepat dari kaki Cuadrado diakhiri dengan umpan cutback pada Simone Zaza menjadi pemecah kebuntuan Juventus pada laga tersebut. Ya, Cuadrado mencetak assist saat bermain dalam formasi 3-5-2.

Dalam formasi 3-5-2 sendiri, Cuadrado hanya perlu bersaing dengan Lichtsteiner sebagai wingback kanan. Meski ada nama-nama seperti Martin Caceres atau Simone Padoin yang juga bisa ditempatkan di sana, rasanya menempatkan Cuadrado lebih bisa membuat serangan sayap kanan Juventus lebih berbahaya.

By Bolabos.com